Ada Ribuan Teman, Mengapa Masih Bisa Merasa Sendirian?
Pernahkah kamu membuka Instagram atau TikTok, melihat ratusan orang menyukai unggahanmu, tetapi setelah layar ditutup, justru muncul perasaan kosong? Kita
Baca Lebih LanjutPernahkah kamu membuka Instagram atau TikTok, melihat ratusan orang menyukai unggahanmu, tetapi setelah layar ditutup, justru muncul perasaan kosong? Kita
Baca Lebih LanjutPernahkah kamu melihat sebuah gambar sederhana, lalu langsung tertawa tanpa membaca penjelasan panjang? Atau hanya melihat satu meme di media
Baca Lebih LanjutBayangkan sebuah jalan yang tidak pernah tidur. Tidak memiliki lampu merah, tidak mengenal batas negara, dan bisa menghubungkan jutaan orang
Baca Lebih LanjutBayangkan seorang mahasiswa sedang menyusun skripsi. Ia tidak lagi hanya membuka buku, jurnal, atau pergi ke perpustakaan. Ia bertanya kepada
Baca Lebih LanjutPernahkah kamu merasa bahwa negara sekarang semakin sering “berbicara” melalui layar? Mengurus administrasi, membayar pajak, mencari bantuan sosial, mendaftar layanan
Baca Lebih LanjutPernahkah kamu membuka TikTok, Instagram, YouTube Shorts, atau platform lain hanya untuk “sebentar”? Lima menit kemudian menjadi tiga puluh menit.
Baca Lebih LanjutPernah merasa hasil pencarian Google, rekomendasi media sosial, atau jawaban AI seperti “lebih memihak” kepada kelompok tertentu? Mungkin kita menganggapnya
Baca Lebih LanjutBayangkan kamu mengajukan pinjaman, tetapi yang menentukan layak atau tidak bukan lagi petugas bank. Sebuah sistem membaca riwayat transaksi, perilaku
Baca Lebih LanjutBayangkan kamu bertanya kepada AI: “Siapa tokoh paling berpengaruh dalam sejarah?” Jawabannya mungkin terlihat objektif. Tetapi, pernahkah kita bertanya: mengapa
Baca Lebih LanjutPernahkah kamu membuka TikTok hanya untuk melihat satu video, tetapi tiba-tiba satu jam berlalu? Kamu tidak merasa terpaksa. Tidak ada
Baca Lebih Lanjut