Database Wastra Indonesia
DETAIL DATA WASTRAWST-2026-3379
WST-2026-3379
Tenun Ikat Sumba
š WILAYAH PENELITIAN
Data wilayah belum tersedia.
Nama Lokal
sarung Hinggi
Deskripsi Material
Sutera / bahan tamnbahan dari benang emas
Deskripsi Teknik Produksi
tenun alat tenun bukan mesian
Deskripsi Motif / Ragam Hias
Motif didominasi bentuk geometris yang disusun secara berulang dan teratur, dipadukan dengan ornamen flora yang merepresentasikan lingkungan alam serta kehidupan masyarakat setempat. Susunan motif membentuk pola yang menjadi ciri visual utama wastra dan memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan identitas budaya komunitas pemiliknya.
Deskripsi Bentuk & Karakteristik
Sarung ssuai dengan bentuk sarung pada umumnya karakteristik motif lurus dan berwarna coklat
Deskripsi Fungsi / Kegunaan
Wastra digunakan sebagai pakaian tradisional dalam kehidupan sehari-hari maupun berbagai kegiatan adat, seperti pernikahan, upacara keagamaan, dan perayaan budaya. Selain berfungsi sebagai penutup tubuh, wastra juga dimanfaatkan sebagai pelengkap busana adat serta dikembangkan menjadi produk fesyen dan kerajinan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Makna Budaya
Wastra merepresentasikan identitas budaya, nilai-nilai kehidupan, dan pengetahuan tradisional masyarakat pendukungnya. Motif, warna, serta cara penggunaannya mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan hubungan manusia, alam, dan kehidupan sosial. Dalam konteks adat, wastra juga dapat menjadi simbol penghormatan, kedudukan sosial, serta keberlanjutan tradisi yang diwariskan antargenerasi.
Nama & Deskripsi Perajin / Komunitas
Wastra ini masih diproduksi oleh perajin lokal yang tergabung dalam kelompok atau komunitas tenun di wilayah setempat. Pengetahuan mengenai pemilihan bahan, pembuatan motif, teknik produksi, dan pemanfaatannya diwariskan secara turun-temurun melalui keluarga maupun pembelajaran antarperajin. Komunitas berperan dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mengembangkan wastra agar tetap digunakan dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sejarah / Asal-usul
Wastra ini berkembang dalam kehidupan masyarakat setempat dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari tradisi berpakaian dan kegiatan adat. Perkembangannya berkaitan erat dengan kehidupan sosial, lingkungan budaya, serta pengetahuan kerajinan yang diwariskan antargenerasi. Seiring waktu, bentuk, motif, dan penggunaannya mengalami penyesuaian, tetapi tetap mempertahankan karakter budaya yang menjadi identitas masyarakat pendukungnya.
Proses Produksi
Proses produksi diawali dengan persiapan benang sutera sebagai bahan utama. Benang kemudian dipersiapkan untuk proses penenunan hingga membentuk struktur kain. Setelah struktur kain terbentuk, motif dan warna dikembangkan sesuai karakter wastra. Tahap akhir dilakukan penyelesaian dan perapian sehingga kain siap digunakan sebagai sarung.
Tanggal Pengumpulan Data
2026-09-28
Referensi / Sumber
Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan perajin dan tokoh masyarakat, dokumentasi visual, serta studi terhadap buku, artikel ilmiah, katalog budaya, dan sumber resmi terkait wastra. Setiap informasi sejarah dan asal-usul yang diperoleh dari narasumber perlu dicatat berdasarkan identitas narasumber dan waktu pengumpulan data.