Menkeu Dicopot: Kenapa Kepercayaan Kita Ikut Kena Reshuffle?

BASMAR | Pemerhati Peradaban Digital

Menkeu Dicopot: Kenapa Kepercayaan Kita Ikut Kena Reshuffle?

Satu Telepon, Satu Era Selesai

Bayangkan kamu lagi presentasi, lalu HP berdering dan kariermu tamat. Kira-kira begitulah yang terjadi pada Purbaya Yudhi Sadewa.

Ia masih menteri keuangan saat masuk ruang rapat DPD pada 14 September 2026, tapi sudah bukan menteri saat keluar. Sorenya, Suahasil Nazara pelantikan menggantikannya lewat Keppres 97/P Tahun 2026. Total masa jabatannya cuma 1 tahun 5 hari. Pencopotan Purbaya di Pusaran Isu Kemenkeu dan Danantara +2

Selanjutnya Reaksi pasar? IHSG sempat anjlok lebih dari 2% di siang hari, lalu tutup turun tipis 0,1%, dengan asing mencatat jual bersih sekitar Rp337 miliar. Bloombergtechnoz

Kita Jatuh Cinta pada Wajah, Bukan Sistem

Ada tiga pola yang kelihatan jelas.

Pertama, personalisasi kekuasaan. Max Weber membedakan otoritas karismatik dengan otoritas legal-rasional. Kebijakan fiskal seharusnya bersandar pada aturan dan lembaga. Faktanya, publik mengingat “gaya Purbaya”: blak-blakan dan penuh gebrakan. Setahun terakhir memang warnai banyak retorika, gebrakan, dan kontroversi. Begitu figurnya terganti, kepercayaan ikut goyah. Kompas

Kedua, trust in expert systems ala Anthony Giddens. Kita percaya APBN “aman” karena percaya pada sistem ahli. Tapi sistem itu selalu punya wajah. Wajahnya berubah, kepercayaannya ikut berguncang.

Selanjutnya Ketiga, self-fulfilling prophecy dari Robert Merton. Pasar sering bereaksi pada ekspektasi, bukan fakta. Apalagi ada friksi soal reformasi pajak dan bea cukai, serta soal dividen Danantara Rp120 triliun. Alasan pencopotan yang sebenarnya belum jelas. Padahal pencopotan belum otomatis berarti kinerjanya buruk. Di ruang kosong penjelasan itulah spekulasi tumbuh. KompasPASJABAR

Analisis: Pasar Beli Kepastian, Bukan Cerita

Lihat datanya. Rupiah melemah ke Rp17.694 per dolar AS, dengan depresiasi sekitar 6,08% sejak awal tahun. Harga minyak Brent juga sudah di atas US$107 per barel. Indonesia Finance MarketKompas

Catatan penting: angka-angka itu tidak bisa terlimpahkan sepenuhnya ke reshuffle, karena tekanan global ikut bermain. Tapi analis punya istilah menarik. Rebound IHSG terbaca sebagai relief rally, yaitu pasar lega karena dapat kepastian figur, bukan karena masalah fiskalnya beres. Ada yang menyebutnya begini: pasar sudah menyambut pergantian figur, tapi belum membeli ceritanya. Investor

Terjemahannya ke bahasa sosiologi: modal kepercayaan kita masih kita pinjam dari nama orang, belum tersimpan di institusi.

Proyeksi Kedepannya

Ini skenario, bukan ramalan pasti.

  • Skenario Institusional. Kebijakan fiskal makin terikat aturan, siapa pun menterinya. Kepercayaan stabil. Ini butuh komunikasi kebijakan yang transparan.
  • Skenario Menteri Bongkar-Pasang. Kalau jabatan strategis terasa mudah tercabut, pejabat cenderung main aman dan jangka pendek. Inovasi kebijakan menyusut.
  • Skenario Fiskal Jadi Konten. Gen Z makin melek anggaran karena isu fiskal sering viral. Tapi tanpa literasi, yang viral bisa mengalahkan yang benar.

Skenario mana yang menang? Itu sebagian tergantung kita, bukan cuma Istana.

Terus, Kita Ngapain?

Akademisi: teliti dampak reshuffle terhadap kepercayaan publik dengan data, jangan cuma opini.

Kemudian Mahasiswa: belajar baca APBN. Kalau kamu bisa hafal lirik lagu, kamu bisa paham defisit.

Selanjutnya Gen Z: jangan cuma ikut trending. Cek sumber, bedakan drama dan data, lalu tuntut penjelasan.

Terakhir, pertanyaan buat kamu: kalau satu telepon bisa mengubah arah kebijakan fiskal, seberapa kuat sebenarnya “institusi” yang kita banggakan?

Tulis pendapatmu di kolom komentar, dan bagikan ke temanmu yang masih mengira ekonomi itu membosankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *